percobaan kedua ^_^

Percobaan Bahasa Rakitan yang lebih sedikit membingungkan..,

Pada percobaan sebelumnya..,
Yaitu menampilkan huruf “A”, disini aja udah kebingungan. Eh untuk pertemuan selanjutnya disuruh menampilkan huruf “ABC” sama dosen Nahar Mardiyantoro, M.Kom.
Gubrak !!!  bingung double 100 %....,
Tapi terus tak otak atik sendirian (sok bisa..,) tapi selalu saja keluar message error, lagi lagi message error.., huft BT..,
Selanjutnya aku buka google buat cari contoh, akhirnya kutemukan rumus, rumus’nya aku coba tapi akhirnya ya message error lagi.., Perasaan udah beres dengan code’nya, tapi tetep saja message error akhirnya aku tengok punya temen, eh ternyata kode’nya kita sama tapi kok punya aku error ya ????. Uwh ternyata aku salah di penulisan kode pertama, haddduh…, Seharusnya ‘.model’ tapi ku tuliskan ‘.mode’ ya jelas error lah…, Payyyah….,
Syukur dech kemarin dapat menampilkan huruf ‘ABC’ sekaligus.., nih caranya :
    
      1.      Buka notepad dan ketik kode dibawah ini, simpan semisal k_abc.asm

















      2.      Buka DOS => (Command Prompt => Cmd).
      3.      Selanjutnya Compile kode program yang diatas dengan TASM k_abc.asm kemudian Enter.

     4.      Syukur udah nggak ada message error. Nah tahap selanjutnya kode delink dengan mengetikkan TLINK  /t k_abc.obj kemudian Enter.

    5.      Terakhir ku ketikkan k_abc kemudian Enter. Dan hasilnya……,

   
Keluarlah huruf ‘ABC’.., Alhamdulillah berhasil…, ^_^
Eh ternyata kode yang aku ketikkan berbeda dengan teman yang lain, ku coba ketikkan kode seperti yang diketikkan teman yang lain.
 Hasilnya pun sama keluar huruf ‘ABC’..,

Tapi beberapa saat kemudian Pak Dosen menyuruh untuk otak atik lagi kode yang sudah diketikkan diatas, disuruh mencoba lagi.
Kita hanya disuruh untuk menambahkan tanda titik koma ( ; ). Nah tanda ; ini ditempatkan pada di depan kode int 21h dibagian kode mov dl,65

Selanjutnya ya ku coba compile kode diatas, Syukur tidak message error. Hehehe.., ^_^
Tapi bagaimana dengan hasilnya ??
Hasilnya hanya muncul huruf ‘BC’, Why ??
Pak Dosen menerangkan : Kode int 21h adalah perintah untuk mencetak karakter yang di inginkan, tapi karena didepan int 21h ditambah tanda tittik koma ( ; ) maka karakter yang akan tercetak tidak dapat tampil. Why ???
Tanda ; tersebut telah menutupi perintah untuk mencetak karakter yang di inginkan, jadi dalam kode tersebut tidak ada perintah untuk menceta huruf ‘A’. Kode int 21h ini  diibaratkan seperti perintah saat kita baris berbaris.., Kode int 21h sama hal’nya kata “grak” atau “jalan”, tapi ketika di depan kode int 21h terdapat tanta ; maka tidak ada perintah untuk mencetak karakter..,
apa sih arti dari semua kode kode diatas ?
mov ah, 02h   => Nilai service untuk mencetak karakter
mov dl, 65      => Karakter ASCII yang di cetak
int 21h            => perintah untuk mencetak
int 20h            => Selesai kembali ke DOS

Semoga Bermanfaat….., ^_^

hasil percobaan..., ^_^


Hasil Dari Percobaan yang membingungkan…,

Ketika mencoba coding-coding‘an pada laptop’q yang sedikit  membingungkan, awal pertama tuliskan kode pada Notepad, seperti yang ada dibawah ini.

Selanjutnya ku buka DOS (Command Prompt).
Dan ku ketikkan kode kode seperti dibawah ini.

Dari langkah langkah yang ditujukan oleh Dosen’q Mr. Nahar Mardiyantoro, M.Kom hasil dari percobaan’nya adalah keluar huruf “A”.

Assembly Language


PEMROGRAMAN BAHASA RAKITAN #1

Bahasa Rakitan termasuk ke dalam bahasa tingkat rendah dan merupakan bahasa dasar komputer. Bahasa ini memerlukan logika yang cukup rumit di samping instruksinya yang jauh berbeda dengan bahasa pemrograman lainnya. Program yang dihasilkan memiliki kecepatan yang paling baik. Kelebihan dari bahasa rakitan adalah :
1.   Memiliki fasilitas fungsi dan makro (ciri khas bahasa pemrograman yang menyebabkan pemrograman menjadi lebih mudah).
2.  Program dapat dibuat secara modular (dipecah dalam modul-modul kecil dan dapat diintegrasikan kembali).
3.     Ukuran program lebih kecil, sehingga lebih menghemat media penyimpan.
4.     Lebih dekat ke hardware sehingga seluruh kemampuan komputer dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Bahasa rakitan merupakan bahasa pemrograman yang posisinya di antara bahasa pemrograman lainnya adalah termasuk dalam bahasa pemrograman tingkat rendah karena bahasa ini berhubungan langsung dengan bahasa mesin. Sedangkan bahasa pemrograman Delphi berada di atas bahasa pemrograman rakitan, yang sering disebut OOP (Object Orinted Programming).
Bahasa mesin adalah kumpulan kode biner yang merupakan instruksi yang bias dijalankan oleh komputer. Sedangkan bahasa rakitan memakai kode mnemonic untuk menggantikan kode biner, agar lebih mudah diingat sehingga memudahkan penulisan program.
Program yang ditulis dengan bahasa rakitan terdiri dari label; kode mnemonic dan lainnya, pada umumnya dinamakan sebagai program sumber (source code) yang belum bisa diterima oleh prosesor untuk dijalankan sebagai program tapi harus diterjemahkan terlebih dahulu menjadi bahasa mesin dalam bentuk kode biner.
Jika yang ditulis hanya bahasa rakitan saja maka biasanya program dibuat dengan program editor biasa, misalnya note pad pada Windows atau sidekick pada DOS, selanjutnya program sumber diterjemahkan ke bahasa mesin dengan menggunakan program rakitan. Hasil kerja program rakitan adalah “program objek” dan juga “rakitan listing”. Tapi karena di sini bahasa rakitan ditulis bersama dengan bahasa Delphi maka program dibuat di dalam editor milik Delphi.
Program objek berisikan kode – kode bahasa mesin, kode – kode bahasa mesin inilah yang diumpankan ke memori – memori prosesor.
Perlu diperhatikan bahwa setiap prosesor mempunyai konstruksi yang berbeda – beda, instruksi untuk mengendalikan masing – masing prosesor juga berbeda – beda. Dengan demikian bahasa rakitan untuk masing – masing prosesor juga berbeda, yang sama hanyalah pola dasar cara penulisan program rakitan saja.
Dalam bahasa rakitan program sumbernya menganut prinsip 1 baris untuk satu perintah, setiap baris perintah tersebut bisa terdiri atas beberapa bagian, yaitu bagian label, bagian mnemonic, dan bagian operan yang bisa lebih dari satu.
Mnemonic merupakan singkatan perintah, dikenal dua macam mnemonic, yakni mnemonic yang dipakai sebagai instruksi mengendalikan prosesor, misalnya ADD, MOV, DJNZ dan lainnya. Ada pula mnemonic yang dipakai untuk mengatur kerja dari program rakitan misalnya ORG, EQU atau DB, mnemonic untuk mengatur kerja dari program rakitan ini dinamakan sebagai “rakitan directive”.
Operan adalah bagian yang letaknya di belakang bagian mnemonic, merupakan pelengkap bagi mnemonic. Kalau sebuah instruksi diibaratkan sebagai kalimat perintah, maka mnemonic merupakan subjek (kata kerja) dan operan merupakan objek (kata benda) dari kalimat perintah tersebut.